Akibat Perbuatan Maksiat
Wednesday, May 22, 2019
Maksiat dan dosa mempunyai pengaruh yang sangat dahsyat dalam
kehidupan umat manusia. Bahayanya bukan hanya berpengaruh di dunia tetapi
sampai dibawa ke Akhirat. Bukankah Nabi Adam a.s dan istrinya Siti Hawa yang
dikeluarkan dari surga dan di turunkan ke dunia karena dosa yang dilakukannya?
Dan demikianlah juga yang terjadi pada umat-umat terdahulu.
Disebabkan karena dosa,penduduk dunia pada masa Nabi Nuh a.s di
hancurkan oleh banjir yang menutupi seluruh permukaan bumi. Karena maksiat,
kaum 'Aad diluluhlantakan oleh angin puting beliung. Karena ingkar kepada Allah
SWR, kaum Tsamud ditimpa oleh suara uyang sangat keras memekakan telinga
sehingga memutuskan urat-urat jantung mereka dan mati bergelimpangan. Karena
perbuatan keji kaum Luth, buminya di bolak-balikan dan semua mahkluk ganjur,
sampai malaikat mendengan lolongan anjing dari kejauhan. Kemudian diteruskan
dengan hujan bebatuan dari langit yang melengkapi siksaan bagi mereka. Dan kaum
yang lain akan mendapatkan siksaan Yang serupa. Jika tidak terjadi di dunia,
maka diakhirat akan lebih pedih lagi. (QS. Al-An'am : 6)
Disebutkan dalam musnad Imam Ahmad dari hadist Ummu Salamah, saya
mendengan Rasulullah SAW. Bersabda, "jika kemaksiatan sudah mendominasi
umatku, maka Allah SWT meratakan adzab dari sisi-sisinya". Saya berkata,
"wahai Rasulullah, bukankah diantara mereka ada orang-orang Salih?"
Rasulullah menjawab, "Betul." "Lalu bagaimana dengan
mereka?" Rasul menjawab, "Mereka akan mendapat musibah sama dengan
yang lain, kemudian mereka mendapat ampunan dari keridhaan Allah."
Akar kemaksiatan
Semua kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, baik yang besar
maupun yang kecil, bermuara pada tiga hal.
Pertama; terikat ya hati pada selain Allah, kedua; mengikuti
potensi marah, dan ketiga; mengikuti hasrat syahwat. Ketiganya adalah syirik,
zhalim, dan keji. Puncak seseorang terkait pada selain Allah SWT adalah syirik
dan menyeru pada selain Allah SWT. Puncak seseorang mengikuti amarah adalah
membunuh; dan puncak seseorang mengikuti syahwat adalah berzina. Demikianlah
Allah SWT. Menggabungkan pada suatu ayat tentang sifat 'Ibadurrahman, "dan
orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah SWT. Dan tidak
membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang
benar dan tidak berzina, barang siapa yang tidak melakukan itu, niscaya dia
mendapatkan (pembalasan) dosa(nya)." (Al-Furqan : 68)
Dan ciri khas kemaksiatan itu saling mendorong untuk melakukan
kemaksiatan yang lain. Orang yang berzina maka zina itu dapat menyebabkan orang
melakukan pembunuhan; dan pembunuhan dapat menyebabkan orang melakukan
kemusyrikan.
Oleh karena itu agar terhindar dari jebakan kemaksiatan, manusia
harus melakukan lawan dari ketiganya, yaitu :
1. Menguatkan keimanan dan hubungan hati kepada
Allah SWT. Dengan senantiasa mengikhlaskan segala amal perbuatan hanya karena
Allah SWT.
2. Mengendalikan rasa marah, karena marah merupakan
pangkal sumber kezaliman yang dilakukan oleh manusia.
3. Terakhir, menahan diri dari syahwat yang
menggoda manusia sehingga tidak jatuh dari perbuatan zina.
Pengaruh maksiat
Seluruh manusia mengakui bahwa kesalahan yang terkait dengan
hubungan antar manusia di dunia secara umum tidak dapat mengakibatkan kerusakan
secara langsung. Orang-orang yang membabat hutan hingga gundul maka akan
menyebabkan kerusakan lingkungan, longsor dan kebanjiran. Sopir yang
mengendalikan mobilnya secara ugal-ugalan akan mengakibatkan
tabrakan/kecelakaan. Orang yang membunuh orang tanpa hak, maka dia akan
senantiasa dalam kegelisahan dan penderitaan. Orang yang senantiasa bohong,
hidupnya tidak akan merasa tenang.
Jika kesalahan yang dibuat antar manusia akan menimbulkan bahaya,
maka kesalahan akibat tidak melaksanakan perintah Allah SWT atau melanggar laranganNya,
maka akan lebih berbahaya lagi, di dunia sengsara dan diakhirat disiksa.
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit, dan kami akan manghimpun-kannya pada hari kiamat dalam
keadaan buta."
Beberapa pengaruh maksiat diantaranya :
1.
Lalai dan keras hati
Al-Qur'an menyebut bahwa orang-orang yang bermaksiat hatinya keras
membatu. "Karena mereka melanggar janjinya, kami kutuki mereka, dan kami
jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan Allah SWT dari
tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka
telah diperingatkan dengan nya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat
kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat),
Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Maidah : 13)
Berkata ibnu Mas’ud r.a “Saya meyakini bahwa seseorang lupa pada
ilmu yang sudah dikuasainya, karena dosa yang dilakukan.”
Orang yang banyak berbuat dosa, hatinya keras, tidak sensitive,
dan susah diingatkan. Itu suatu musibah besar. Bahkan disebutkan dalam sebuah
riwayat bahwa orang yang senantiasa berbuat dosa, hatinya akan dikunci mati,
sehingga keimanan tidak dapat masuk, dan kekufuran tidak dapat keluar.
2. Terhalang dari ilmu dan rezeki
Rasulullah SAW. Bersabda, “sesungguhnya seorang hamba diharamkan
mendapat rezeki karena dosa yang dilakukannya” (HR Ibnu Majah dan Hakim)
Berkata Imam As-Syafi’I, “Saya mengadu kepada Waqi’i tentang
buruknya hafalanku. Beliau menasihatiku agar meninggalkan maksiat. Dan memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya.
Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.
Orang yang banyak melakukan dosa waktunya banyak dihabiskan untuk
hal-hal sepele dan tidak berguna. Tidak untuk mencari ilmu yang bermanfaat,
tidak juga untuk mendapatkan nafkah yang halal. Banyak manusia yang masuk dalam
model ini. Banyak yang menghabiskan aktunya di atas mja judi dengan menikmati
minuman haram dan disampingnya para wanita murahan yang tidak mempunyai rasa
malu. Sebagian yang lain asik dengan hobinya. Ada yang memlihara burung dan
hewan peliharaan yang lain. Sebagian lain, ada yang megumpulkan barang antik
meski harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit.sebagian yang lain sibuk
berbelanja dan bolak-balik ke salon kecantikan. Seperti itulah kualitas hidup
mereka.
3. Kematian hat dan kegelapan wajah di wajah
Berkata Abdullah bin
Al-Mubarak, “saya melihat dosa-dosa itu mematikan hati dan mewariskan kehinaan
bagi para pelakunya.
Meninggalkan dosa
menyebabkan hidupnya hati. Sebaik-bainya dirimu meninggalkannya. Bukankah yang
menghancurkan agama itu tidak lain para peguasa dan ahli agama yang jahat dan
para rahib.”
4. Terhalang penerapan hukum Allah SWT
Penerapan hukum Allah berupa syariat islam
dimuka bumi adalah rahmat dan karunia Allah dan memberikan keberkahan bagi para
penduduknya. Ketika masyarakat banyak meakukan kemaksiatan, maka mereka akan
terhalang dari rahmat islam tersebut. (Al-Maa-idah: 49 dan Al-A’raaf: 96)
5.
Hilangnya kenikmatan
Allah dan potensi kekuatan
Diantara nikmat yang paling besar diberikan kepada Allah SWT
kepada hambanya adalah pertolongan dan kemenangan. Sejarah telah membuktikan
bahwa pertolongan Allah SWT dan kemenangan-Nya diberikan keada hamba-hamba-Nya
yang taat. Sebaliknya, kekalahan dan kehancuran disebabkan karena maksiat dan
ketidaktataan.
Kisah penghancuran Kota Bahgdad oleh pasukan tartar juga terjadi
karena umat islam bergelimang kemaksiatan. Khalifah islam pun runtuh, selain
dari adanya faktor konspirasi internasional yang melibatkan Inggris, Amerika
Serikat, dan Israel, karena umat islam berpecah belah dan kemaksiatan yang
mereka lakukan.
Umar bin Khatab berwasiat ketika melepas tentara perang: “Dosa
yang dilakukan tentara (islam) lebih aku takuti dari musuh mereka. Sesungguhnya
umat islam dimenangkan karena maksiat musuh mereka kepada Allah SWT. Kalau tidak
demikian kita tidak mempunyai kekuatan, karena jumlah kita tidak sepadan dengan
jumlah mereka, perlengkapan kita tidak sepadan dengan perlengkapan mereka. Jika
kita sama dalam berbuat maksiat, maka mereka lebih memiliki kekuatan. Jika kita
tidak dimenangkan dengan keutamaan kita, maka kita tidak dapat mengalahkan
mereka dengan kekuatan kita.”
Kemaksiatan yang dilakukan oleh individu, keluarga, dan masyarakat
akan menimbulkan hilangnya nikmatnyang telah diraih dan akan diraih. Dan melemahkan
segala potensi kekuatan.
Waspadalah. Wallahua’lam