-->
Akibat Perbuatan Maksiat

Akibat Perbuatan Maksiat

Bagikan :

Maksiat dan dosa mempunyai pengaruh yang sangat dahsyat dalam kehidupan umat manusia. Bahayanya bukan hanya berpengaruh di dunia tetapi sampai dibawa ke Akhirat. Bukankah Nabi Adam a.s dan istrinya Siti Hawa yang dikeluarkan dari surga dan di turunkan ke dunia karena dosa yang dilakukannya? Dan demikianlah juga yang terjadi pada umat-umat terdahulu.

Disebabkan karena dosa,penduduk dunia pada masa Nabi Nuh a.s di hancurkan oleh banjir yang menutupi seluruh permukaan bumi. Karena maksiat, kaum 'Aad diluluhlantakan oleh angin puting beliung. Karena ingkar kepada Allah SWR, kaum Tsamud ditimpa oleh suara uyang sangat keras memekakan telinga sehingga memutuskan urat-urat jantung mereka dan mati bergelimpangan. Karena perbuatan keji kaum Luth, buminya di bolak-balikan dan semua mahkluk ganjur, sampai malaikat mendengan lolongan anjing dari kejauhan. Kemudian diteruskan dengan hujan bebatuan dari langit yang melengkapi siksaan bagi mereka. Dan kaum yang lain akan mendapatkan siksaan Yang serupa. Jika tidak terjadi di dunia, maka diakhirat akan lebih pedih lagi. (QS. Al-An'am : 6)

Disebutkan dalam musnad Imam Ahmad dari hadist Ummu Salamah, saya mendengan Rasulullah SAW. Bersabda, "jika kemaksiatan sudah mendominasi umatku, maka Allah SWT meratakan adzab dari sisi-sisinya". Saya berkata, "wahai Rasulullah, bukankah diantara mereka ada orang-orang Salih?" Rasulullah menjawab, "Betul." "Lalu bagaimana dengan mereka?" Rasul menjawab, "Mereka akan mendapat musibah sama dengan yang lain, kemudian mereka mendapat ampunan dari keridhaan Allah."

Akar kemaksiatan
Semua kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, baik yang besar maupun yang kecil, bermuara pada tiga hal.
Pertama; terikat ya hati pada selain Allah, kedua; mengikuti potensi marah, dan ketiga; mengikuti hasrat syahwat. Ketiganya adalah syirik, zhalim, dan keji. Puncak seseorang terkait pada selain Allah SWT adalah syirik dan menyeru pada selain Allah SWT. Puncak seseorang mengikuti amarah adalah membunuh; dan puncak seseorang mengikuti syahwat adalah berzina. Demikianlah Allah SWT. Menggabungkan pada suatu ayat tentang sifat 'Ibadurrahman, "dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah SWT. Dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina, barang siapa yang tidak melakukan itu, niscaya dia mendapatkan (pembalasan) dosa(nya)." (Al-Furqan : 68)

Dan ciri khas kemaksiatan itu saling mendorong untuk melakukan kemaksiatan yang lain. Orang yang berzina maka zina itu dapat menyebabkan orang melakukan pembunuhan; dan pembunuhan dapat menyebabkan orang melakukan kemusyrikan.

Oleh karena itu agar terhindar dari jebakan kemaksiatan, manusia harus melakukan lawan dari ketiganya, yaitu :

1.     Menguatkan keimanan dan hubungan hati kepada Allah SWT. Dengan senantiasa mengikhlaskan segala amal perbuatan hanya karena Allah SWT.
2.     Mengendalikan rasa marah, karena marah merupakan pangkal sumber kezaliman yang dilakukan oleh manusia.
3.     Terakhir, menahan diri dari syahwat yang menggoda manusia sehingga tidak jatuh dari perbuatan zina.
Pengaruh maksiat
Seluruh manusia mengakui bahwa kesalahan yang terkait dengan hubungan antar manusia di dunia secara umum tidak dapat mengakibatkan kerusakan secara langsung. Orang-orang yang membabat hutan hingga gundul maka akan menyebabkan kerusakan lingkungan, longsor dan kebanjiran. Sopir yang mengendalikan mobilnya secara ugal-ugalan akan mengakibatkan tabrakan/kecelakaan. Orang yang membunuh orang tanpa hak, maka dia akan senantiasa dalam kegelisahan dan penderitaan. Orang yang senantiasa bohong, hidupnya tidak akan merasa tenang.

Jika kesalahan yang dibuat antar manusia akan menimbulkan bahaya, maka kesalahan akibat tidak melaksanakan perintah Allah SWT atau melanggar laranganNya, maka akan lebih berbahaya lagi, di dunia sengsara dan diakhirat disiksa. "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan manghimpun-kannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."

Beberapa pengaruh maksiat diantaranya :

1. Lalai dan keras hati
Al-Qur'an menyebut bahwa orang-orang yang bermaksiat hatinya keras membatu. "Karena mereka melanggar janjinya, kami kutuki mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan Allah SWT dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengan nya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Maidah : 13)
Berkata ibnu Mas’ud r.a “Saya meyakini bahwa seseorang lupa pada ilmu yang sudah dikuasainya, karena dosa yang dilakukan.”

Orang yang banyak berbuat dosa, hatinya keras, tidak sensitive, dan susah diingatkan. Itu suatu musibah besar. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa orang yang senantiasa berbuat dosa, hatinya akan dikunci mati, sehingga keimanan tidak dapat masuk, dan kekufuran tidak dapat keluar.

2. Terhalang dari ilmu dan rezeki
Rasulullah SAW. Bersabda, “sesungguhnya seorang hamba diharamkan mendapat rezeki karena dosa yang dilakukannya” (HR Ibnu Majah dan Hakim)
Berkata Imam As-Syafi’I, “Saya mengadu kepada Waqi’i tentang buruknya hafalanku. Beliau menasihatiku agar meninggalkan maksiat.  Dan memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.

Orang yang banyak melakukan dosa waktunya banyak dihabiskan untuk hal-hal sepele dan tidak berguna. Tidak untuk mencari ilmu yang bermanfaat, tidak juga untuk mendapatkan nafkah yang halal. Banyak manusia yang masuk dalam model ini. Banyak yang menghabiskan aktunya di atas mja judi dengan menikmati minuman haram dan disampingnya para wanita murahan yang tidak mempunyai rasa malu. Sebagian yang lain asik dengan hobinya. Ada yang memlihara burung dan hewan peliharaan yang lain. Sebagian lain, ada yang megumpulkan barang antik meski harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit.sebagian yang lain sibuk berbelanja dan bolak-balik ke salon kecantikan. Seperti itulah kualitas hidup mereka.

3.   Kematian hat dan kegelapan wajah di wajah
Berkata Abdullah bin Al-Mubarak, “saya melihat dosa-dosa itu mematikan hati dan mewariskan kehinaan bagi para pelakunya.
Meninggalkan dosa menyebabkan hidupnya hati. Sebaik-bainya dirimu meninggalkannya. Bukankah yang menghancurkan agama itu tidak lain para peguasa dan ahli agama yang jahat dan para rahib.”

4.   Terhalang penerapan hukum Allah SWT
Penerapan hukum Allah berupa syariat islam dimuka bumi adalah rahmat dan karunia Allah dan memberikan keberkahan bagi para penduduknya. Ketika masyarakat banyak meakukan kemaksiatan, maka mereka akan terhalang dari rahmat islam tersebut. (Al-Maa-idah: 49 dan Al-A’raaf: 96)

5.                  Hilangnya kenikmatan Allah dan potensi kekuatan
Diantara nikmat yang paling besar diberikan kepada Allah SWT kepada hambanya adalah pertolongan dan kemenangan. Sejarah telah membuktikan bahwa pertolongan Allah SWT dan kemenangan-Nya diberikan keada hamba-hamba-Nya yang taat. Sebaliknya, kekalahan dan kehancuran disebabkan karena maksiat dan ketidaktataan.

Kisah penghancuran Kota Bahgdad oleh pasukan tartar juga terjadi karena umat islam bergelimang kemaksiatan. Khalifah islam pun runtuh, selain dari adanya faktor konspirasi internasional yang melibatkan Inggris, Amerika Serikat, dan Israel, karena umat islam berpecah belah dan kemaksiatan yang mereka lakukan.

Umar bin Khatab berwasiat ketika melepas tentara perang: “Dosa yang dilakukan tentara (islam) lebih aku takuti dari musuh mereka. Sesungguhnya umat islam dimenangkan karena maksiat musuh mereka kepada Allah SWT. Kalau tidak demikian kita tidak mempunyai kekuatan, karena jumlah kita tidak sepadan dengan jumlah mereka, perlengkapan kita tidak sepadan dengan perlengkapan mereka. Jika kita sama dalam berbuat maksiat, maka mereka lebih memiliki kekuatan. Jika kita tidak dimenangkan dengan keutamaan kita, maka kita tidak dapat mengalahkan mereka dengan kekuatan kita.”
Kemaksiatan yang dilakukan oleh individu, keluarga, dan masyarakat akan menimbulkan hilangnya nikmatnyang telah diraih dan akan diraih. Dan melemahkan segala potensi kekuatan.

Waspadalah. Wallahua’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel