Kebudayaan Masyarakat Mekah Sebelum Islam Datang
Tuesday, May 21, 2019
Keadaan arab terdiri atas gurun pasir yang panas dan gersang. Hal itu mempengaruhi sikap dan perilaku bangsa Arab sehingga tercermin dalam kehidupan sosial budaya mereka. Orang-orang arab terkenal sebagai bangsa pengembara yang tidak menetap di suatu daerah atau tempat. Mereka senang mengelana dengan mengendarai unta dalam menempuh padang pasir dan gurun yang berbukit-bukit. Selain unta, kendaraan utama bangsa Arab adalah kuda yang berfungsi sebagai kendaraan untuk berperang atau berburu. Unta dan kuda merupakan simbol atau lambang kekayaan an kekuatan orang kaya atau orang yang terpandang.
Kebiasaan menggembara, membuat orang Arab senang hidup bebas tanpa aturan atau hukum yang dapat mengikat mereka menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan. Mereka senang hidup mengelompok yang tergabung dalam kabilah atau suku yang sangat banyak jumlahnya. Kekuatan, kekuasaan, keuletan, dan keberanian merupakan modal utama untuk dapat bertahan di gurun pasir. Mereka tidak menyukai anak-anak wanita karena wanita dinilai sebagai mahkluk lemah, tidak mampu berperang, dan tidak mampu melakukan pekerjaan yang berat. Seakan satu bencana besar dan sebagai aib jika tidak mempunyai anak laki-laki. Bahkan sering terjadi tindakan orang tua yang membunuh bayi perempuannya karena kelahirannya tidak diharapkan. Wanita dianggap sebagai bahan hiburan, dan dijadikan sebagai harta warisan yang akan di wariskan kepada ahli waris jika suaminya meninggal.
Bangsa Arab menganggap rendah nilai wanita setaraf dengan budak belian. Budak belian yang dimiliki bangsa Arab itu ada yang berasal dari tawanan perang atau dibeli dari Syiria atau Afrika. Pasar budak yang terkenal adlah di Ukaz, harganya berbeda-beda, tergantung pada usia, kepandaiaan bekerja, dan jenis kelamin, serta kondisi tubuhnya.
Budak wanita yang melahirkan anak dari hubungan gelap dengan majikannya maka anaknya kelak akan menjadi budak juga atau akan menjadikan ibunya sebagai budaknya dengan perilaku yang tidak terkontrol oleh aturan atau norma-norma yang berkembang. Banyak orang Arab yang suka minum minuman keras, main perempuan, berjudi, dan perbuatan buruk lainya. Mereka berpendapat bahwa hidup di dunia hanya untuk bersenang senang tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya di akhirat kelak.
Keadaan geografis bangsa Arab yang kering dan tandus serta panas dan dingin mempengaruhi perekonomian mereka. Dengan seringnya mereka berpindah-pindah untuk mencari penghasilan yang diharapkan, membawa dampak positif dalam hal perdagangan sehingga keuntungkan yang didapat melimpah. Akhirnya, berdagang menjadi mata pencaharian bagi bangsa Arab disamping berternak dan bercocok tanam. Mereka berdagang dari Negara Syam, Yaman, dan Negara lainnya.
Mereka menguasai jalur-jalur perdagangan di hampir seluruh Jairah Arab. Dalam berdagang, biasanya mereka melakukannya dengan cara barter. Selain itu, mereka juga mengadakan hubungan perdagangan dengan Negara-negara lain diluar Jazirah Arab.
Adapun dalam brternak, hewan ternak mereka yang paling utama adalah domba dan unta. Mereka memelihara hewan ternak dengan cara berpindah-pindah tempat dari suatu padang rumput ke padang rumput yang lain di sekitar oase.